Survei Indodata: Jokowi-Ma’ruf Unggul 22 Persen dari Prabowo-Sandi

Rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih Pemilu 2019 di Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (8/4/2019). Jelang Pilpres ini, sejumlah lembaga survei telah merilis hasil surveinya, termasuk Indodata. (Foto: ANTARA/Dyah Dwi)

Jakarta (ANTARA) – Survei Indodata menunjukkan elektabilitas pasangan Calon Presiden-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 54,8 persen, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 32,5 persen, dan yang tidak menjawab sebanyak 12,7 persen.

“Jika dihitung tanpa pemilih undecided voter, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf diprediksi 62,8 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indodata Danis Wahidin, saat mengumumkan hasil survei, di Jakarta, Senin.

Survei Indodata dilakukan 24 Maret 2019 hingga 7 April 2019. Jumlah responden 1.200 orang dan margin error 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Danis mengatakan, berdasarkan hasil survei lembaganya, masyarakat cukup puas dengan kinerja Jokowi selama ini. Tingkat kepuasan kinerja Pemerintahan Jokowi-JK mencapai 66,0 persen.

Ia menjelaskan, tingkat kepuasan dirasakan hampir pada semua bidang pemerintahan. Kepuasan tertinggi dirasakan pada sektor ekonomi dengan 86,5 persen, bidang pendidikan 85,0 persen, bidang kesehatan 84,8 persen, bidang keamanan dan hukum sebesar 83,7 persen.

Danis menuturkan, hasil survei yang dilakukan oleh Indodata juga menunjukkan jumlah masyarakat yang mengaku sebagai NU, Muhammadiyah, dan lainnya meningkat 5 persen hingga 20 persen.

Menurut dia, keadaan ini memperlihatkan bahwa politik identitas Islam berdampak pada asosiasi organisasi keagamaan muslim Indonesia.

“Pemilih muslim memiliki karakter inklusif karena mayoritas aktif pada organisasi lainnya selain organisasi keagamaan. Pemilih muslim Indonesia juga bersifat terbuka dengan mendukung demokrasi di Indonesia,” ujar Danis.

Pewarta:
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2019