Surat suara pos mulai didistribusikan kepada WNI di Kuala Lumpur

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur untuk pertama kali melakukan pengiriman surat suara Pemilu 2019 untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Kuala Lumpur yang meliputi Selangor, Putrajaya, Terengganu, Perak dan Kelantan, dari Kantor Pos Besar Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis (14/02/2019). Pengiriman sebanyak 29.000 surat suara tersebut dibantu pimpinan partai politik dari dua pasangan calon dan diawasi Panwaslu Kuala Lumpur. ANTARA Foto /Fandhyta/ama.

Kuala Lumpur (ANTARA) – Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur Malaysia melakukan pengiriman surat suara Pemilu 2019 ke Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Kuala Lumpur yang pertama kali di Kantor Pos Besar Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis (14/02),

“PPLN Kuala Lumpur mengirimkan batch atau gelombang pertama surat suara Pilpres dan Pileg ke Pos Malaysia di Daya Bumi. Ada sekitar 230 kotak atau hampir 30.000 amplop yang dikirimkan Kamis ini,” ujar Ketua PPLN Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat di Kantor Pos Besar Kuala Lumpur, Kamis.

Agung berharap amplop-amplop surat suara tersebut akan sampai tujuan dan segera disusul pengiriman berikutnya.

“Tujuan pengiriman sebagian arahnya ke Negeri Selangor dan Perak. Rencana Minggu depan karena kami memerlukan dua hingga tiga hari untuk mengelola memasukkan surat suara ke amplop yang sudah disiapkan,” katanya.

Tentang kendala pengiriman pos, dia mengatakan sejauh ini kendalanya cukup bisa diatasi namun pihaknya ingin lebih banyak sumber daya yang datang membantu PPLN Kuala Lumpur untuk mengelola surat suara tersebut.

“Untuk itu kami mendorong kerjasama berbagai pihak khususnya PPLN yang sudah dibentuk untuk selalu datang tepat waktu membantu sesuai jadwal yang sudah disetujui,” katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut anggota PPLN Kuala Lumpur Djadjuk Natsir dan Yudi M Nugraha serta Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, Yaza Azzahara Ulyana.
Turut hadir Ketua Partai Gerindra Malaysia, Darsil Abdul Muis dan Ketua Partai Nasdem Malaysia, Tengku Adnan.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019