Sistem noken bagian dari demokrasi Indonesia

warga pedalaman Papua memasukan kertas suara ke noken (kantong tas) pada Pemilu Legislatif di TPS Lapangan Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Rabu (9/4/2014). Warga di beberapa distrik kabupaten Lanny Jaya masih menggunakan sistem noken yang mewakili setiap partai dalam pemungutan suara karena sebagian besar warganya masih buta huruf. (ANTARA Foto/Rico Siregar))

Sistem noken ini menurut saya tidak ada masalah, karena itu demokrasi juga

Jayapura (ANTARA News) – Tokoh pemuda Papua, Samuel Tabuni, menilai bahwa sistem noken dalam pemilu merupakan bagian dari demokrasi bangsa dan negara di Indonesia, yang didalamnya berisi musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusan untuk penyelesaian persoalan.

“Sistem noken ini menurut saya tidak ada masalah, karena itu demokrasi juga,” katanya usai mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI di Perumnas II, Distrik Heram, Kota Jayapura,?Papua, Minggu malam.

Yang menyebabkan sistem noken tidak berjalan baik dan benar karena pihak penyelenggara, baik KPU dan Bawaslu serta perangkat dibawahnya kurang memahami dan mengerti dengan benar.

“Penyelenggaranya perlu dibina, dididik, diberikan edukasi, karena sistem noken itu atas dasar musyawarah dan mufakat sebagaimana demokrasi yang kini dipakai hari ini,” ucapnya.

KPU dan perangkat dibawahnya, kata pendiri Papua Languege Institute (PLI) itu, seperti PPD dan PPS yang terkadang membuat sistem noken jadi rancu.

“Mereka ini yang kadang-kadang menghancurkan sistem noken itu. Jadi, kedepan KPU dan Bawaslu tingkat kabupaten itu perlu dibina, diajar dan dididik supaya betul-betul angkat sistem noken sebagai suati kearifan lokal,” tuturnya.

Terkait dipilihnya partai Nasdem sebagai perahu untuk menuju ke Senayan, Samuel mengungkapkan bahwa partai yang didirikan oleh Surya Paloh itu mempunyai visi dan misi yang bagus, bebas korupsi dan tidak menggunakan mahar kepada para calegnya.

“Nasdem partai yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan hati nurani saya, tidak korupsi, dan saya bergabung di sini tidak memakai uang.?Kami benar-benar diseleksi sesuai syarat partai,” ujarnya.

Selain mendeklarasikan diri maju bertarung dalam pemilu legislatif 2019, Samuel juga mengumumkan tim pemenangannya untuk meraih suara di 29 kabupaten/kota di Papua.

“Targetnya Nasdem secara keseluruhan di Papua untuk dapat satu juta suara, sehingga kami bisa banyak yang duduk di DPR RI, makanya saya buat tim pemenangan,” katanya.

Baca juga: Bawaslu nilai sistem noken di Papua perlu dievaluasi

Baca juga: MK nilai penggunaan sistem Noken sah

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2019