Ratusan warga Surabaya tidak masuk DPT minta rekomendasi Bawaslu

Sejumlah warga Kota Surabaya yang namanya tidak masuk dalam daftar pemilih tetap Pemilu 2019 mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat. (istimewa)

Ini terus berdatangan. Sampai Kamis (14/2) sudah ada sekitar 404 orang yang meminta rekomendasi karena namanya belum masuk DPT (daftar pemilih tetap)

Surabaya (ANTARA) – Ratusan warga Kota Surabaya yang namanya tidak masuk dalam daftar pemilih tetap Pemilu 2019 mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

“Warga terus berdatangan. Sampai¬† Kamis (14/2) sudah ada sekitar 404 orang yang meminta rekomendasi karena namanya belum masuk DPT (daftar pemilih tetap),” kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya Divisi Hukum Data dan Informasi, Yaqub Baliyya kepada Antara di Surabaya.

Menurut dia, tahapan proses DPT di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya sudah selesai sehingga sesuai aturan yang berlaku jika ada ada warga Surabaya yang belum masuk DPT bisa mengajukan kembali setelah ada rekomendasi Bawaslu.

“Ini bertujuan untuk memasukkan nama yang tidak ada dalam DPT,” katanya.

Yaqub menjelaskan bahwa batas akhir rekomendasi dari Bawaslu bagi yang belum masuk DPT berakhir pada 17 Maret 2019. Untuk itu, ia berharap kepada warga Surabaya yang namanya belum masuk DPT untuk segera mendaftarkan dirinya ke KPU Surabaya dengan mendapat rekomendasi Bawaslu.

Saat ditanya apakah sosialisasi dari penyelenggara pemilu kurang maksimal sehingga masih ada warga yang belum masuk DPT, Yaqub mengatakan dengan banyaknya masyarakat yang datang ke bawaslu Surabaya dalam rangka upaya menggunakan hak pilihnya ini merupakan bukti bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU dan Bawaslu Surabaya sudah berjalan dengan baik.

“Saya rasa tidak, mereka masih punya kesempatan untuk datang ke Bawaslu Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, antusias warga luar daerah yang mengurus pindah memilih atau formulir A5 agar bisa mengikuti Pemilihan Umum 2019 di kantor KPU Jalan Adityawarman, Kota Surabaya, Jawa Timur, hingga saat ini cukup tinggi.

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi sebelumnya mengatakan rata-rata warga yang mengurus pindah pilih yakni mahasiswa dan pekerja. Menurut dia, hasil rekapitulasi KPU Surabaya untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tahap pertama ada sekitar 3.000 orang, sedangkan untuk DPTb tahap kedua yang saat ini masih berlangsung diperkirakan akan lebih banyak lagi.

“Dalam sehari saja bisa mencapai 600 orang sampai 1.000 orang,” ujarnya.

Pewarta:
Editor: Yuniardi Ferdinand
Copyright © ANTARA 2019