Polda Bali belum temukan kejahatan Pemilu di sana

Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose di sela-sela mendampingi pengamanan Wapres Jusuf Kalla, di Nusa Dua, Badung (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/lhs/2019)

… belum ada yang persoalan Pemilu menonjol dan ini terjadi karena kerja sama berbagai pemangku kepentingan…

Nusa Dua, Badung (ANTARA) – Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Polisi Petrus Golose, mengatakan, sampai saat ini mereka belum menemukan kasus dan pelaku kejahatan yang menjurus pada kejahatan pemilu.

“Kami juga bekerja sama intensif dengan KPU dan Bawaslu. Sampai sekarang belum ada yang persoalan Pemilu menonjol dan ini terjadi karena kerja sama berbagai pemangku kepentingan,” kata Golose, di Nusa Dua, Badung, Kamis.

Pada 22 Maret mendatang Polda Bali juga akan menggelar apel bersama kesiapsiagaan Pemilu 2019, bersama Kodam IX/Udayana, Badan SAR Nasional, BPBD, pecalang (petugas keamanan adat) serta unsur lain.

“Intinya pengamanan tetap kami laksanakan. Kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan juga melakukan pertemuan dan evaluasi dari seluruh jajaran keamanan, di samping bekerja sama dan bersinergi dengan TNI,” ucapnya.

Terkait dengan kemungkinan ancaman terorisme, lanjut Golose, Polda Bali juga telah memetakan semuanya, dan melakukan sejumlah persiapan serta pergeseran aparat.

Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali belum lama ini sempat menjatuhkan teguran tertulis untuk tiga caleg dan satu calon senator peserta Pemilu 2019 yang sebelumnya telah melakukan pertemuan tatap muka di Desa Sumberklampok, Kabupaten Buleleng.

“Bawaslu Bali mengadili, menyatakan para terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi pemilu,” kata Ketua Majelis Pemeriksa Badan Pengawas Pemilu Bali, I Wayan Wirka, saat membacakan putusan sidang pelanggaran administrasi Pemilu empat orang itu.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019