PDIP: Ma’ruf Amin punya rekam jejak politik lengkap

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Eriko Sotarduga, Pengamat Lingkungan Hidup dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yuyun Harmono, Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria dan Pengamat Pertanian/Pangan dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori (kiri ke kanan) dalam diskusi “Buntut Siasat Debat Kedua” di Jakarta, Kamis (21-2-2019). (ANTARA News/Ade Irma Junida)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan Calon Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin memiliki rekam jejak politik yang lengkap sehingga diyakini akan unggul ketika berhadapan dengan Cawapres Sandiaga Uno dalam debat pilpres, 17 Maret mendatang.

“Kiai Ma’ruf Amin sebelum maju sebagai cawapres memiliki rekam jejak politik mulai dari DPRD, DPR RI, Ketua Umum MUI, itu lengkap,” kata Eriko dalam diskusi di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Ma’ruf memiliki keunggulan, yaitu menyampaikan gagasan luar biasa, dahulu disebut sebagai ekonomi syariah dan sekarang dikembangkan menjadi ekonomi arus baru.

Eriko menjelaskan bahwa ekonomi arus baru merupakan konsep membangun ekonomi dari kalangan bawah, menengah, dan atas yang bersinergi bersama-sama.

“Kita tidak bisa mempercayakan kepala kalangan atas, menengah, atau kalangan bawah saja,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa Sandiaga lebih muda dibandingkan Ma’ruf. Namun, itu bukan menjadi jaminan terkait dengan kualitas pemimpin dalam memimpin negara.

Menurut dia, pihaknya pun telah mengantisipasi apabila Sandi menyerang dalam debat ketiga karena Ma’ruf yang berpengalaman akan membuatnya lebih halus untuk menjawab.

“Saya yakin para calon pemimpin tidak ada yang emosi dalam berdebat karena disaksikan masyarakat Indonesia. Tim pendukung boleh saja panas karena dipengaruhi kabar hoaks namun para kandidat tetap adem,” katanya.

Sebelumnya, debat ketiga Pilpres 2019 akan diikuti cawapres nomor urut 01 dan 0, yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

Tema yang diangkat dalam debat ketiga tersebut adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Pewarta:
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2019