Partai Golkar dorong ketahanan energi tingkatkan industri berkelanjutan

Dokumentasi lokasi pengolahan minyak mentah yang beroperasi di Refinery Unit (RU-5), Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (24/11). Kilang minyak Balikpapan mampu menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa Premium 88, Kerosene, Solar, Avtur, Pertamax, non-BBM LPG, Wax, serta Naphtha dari sumber minyak mentah Kalimantan (17,5 persen), nasional (28 persen), import (55,5 persen). (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta, (ANTARA News) – Ketua Umum DPP Partai Golkar ,Airlangga Hartato, mendorong tema ketahanan energi dalam debat kedua calon presiden, pada 17 Februari 2019 mendatang, mampu meningkatkan keekonomian industri yang berkelanjutan.

“Energi diharapkan yang berkelanjutan, di mana mampu mendorong bahan baku penyedianya menjadi pertumbuhan industri sendiri dan menciptakan daya saing,” kata dia, ketika membuka diskusi Menjelang Debat Capres II, di DPP Golkar, Jakarta, Kamis.

Ia menilai sektor energi di Indonesia juga sudah memulai memikirkan dampak lingkungan, di mana energi ramah lingkungan semakin di dorong dalam mewujudkan energi baru terbarukan. Sektor energi dan mineral menurutnya menjadi salah satu penyumbang APBN yang besar selain perpajakan, sehingga Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia mampu diolah menjadi peningkatan daya saing ekonomi bangsa.

Terkait debat, program B20 dan  kendaraan listrik diyakini akan menjadi solusi bagi calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, jika nanti diserang terkait kebijakan impor minyak dalam debat putaran kedua, 17 Februari 2019 mendatang. 

Deputi I Kantor Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo, mengatakan, dua program itu telah dicanangkan Jokowi sebagai upaya mengatasi impor minyak yang menyebabkan defisit transaksi berjalan. “Ada strategi pemerintah Jokowi-JK untuk bagaimana mengubah energi berbasis impor menjadi energi berbasis domestik. Untuk itu Pak Jokowi sudah mencanangkan B20,” katanya.

Program yang mewajibkan pencampuran 20 persen biodiesel dengan 80 persen bahan bakar minyak jenis solar itu sedang direalisasikan. Ia menyebut Jokowi juga terus mendorong  B50 dan B100 di mana biodiesel bisa sepenuhnya digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

“Meski ada tantangan teknis memang kalau menggunakan biodiesel tinggi harus ada sedikit perubahan di mesin kendaraannya agar tahan terhadap korosif,” katanya. Program lain yang akan disampaikan Jokowi untuk melawan tudingan impor minyak adalah produksi kendaraan listrik.

Selain ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil, kendaraan listrik juga bisa memanfaatkan sumber daya lain yang melimpah seperti gas hingga energi baru terbarukan. Mobil listrik diklaim bisa menggantikan mobil berbahan bakar minyak karena per 10 km dengan besin 1 liter, mobil listrik hanya membutuhkan biaya bahan bakar sepertiganya mobil biasa. 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019