Di pelosok Garut, relawan Jokowi bagikan akta yayasan pesantren tradisional

Kang Herman seorang tukang cukur asal Garut berkesempatan mencukur rambut Presiden Joko Widodo dalam acara cukur massal yang digelar di lokasi wisata Situ Bagendit, Garut, mengaku grogi tapi bangga. (Hanni Sofia)

Kita melakukan penandatanganan 25 akta yayasan buat pondok pesantren tradisional yang ada di Garut

Garut (ANTARA News) – Relawan Jokowi Deui (RJD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, membagikan akta yayasan kepada sejumlah pondok pesantren tradisional yang ada di pelosok daerah Garut untuk melegalkan suatu lembaga sesuai aturan hukum yang berlaku dan bermanfaat untuk kemudahan dalam mengakses bantuan dari pemerintah maupun perorangan.

“Kita melakukan penandatanganan 25 akta yayasan buat pondok pesantren tradisional yang ada di Garut,” kata Ketua Harian RJD Garut, Widi Nugraha di sela-sela acara penyerahan akta yayasan di Sekretariat RJD Jalan Ciledug, Garut Kota, Sabtu.

Ia menuturkan, program yang dijalankan RJD di Garut karena mengikuti gerakan Presiden Joko Widodo yang seringkali membantu rakyat dengan membagi-bagikan sertifikat tanah dalam setiap kunjungannya ke daerah.

Program yang dijalankan oleh RJD, kata dia, ternyata mendapatkan respon dari pemilik yayasan, tercatat ada 500 pondok pesantren tradisional yang saat ini dalam proses verifikasi kelengkapan data di Kementerian Hukum dan HAM.

“Data yang sudah masuk dan dalam proses verifikasi kurang lebih 500 pondok pesantren di Garut,” katanya.

Ketua Umum RJD, J Suranto menambahkan, pihaknya berusaha memfasilitasi pondok pesantren tradisional yang selama ini belum memiliki badan hukum agar ke depannya bisa memudahkan akses bantuan dari pemerintah maupun perorangan.

“Mereka juga bisa mengurus izin operasional pondok pesantrennya, karena izin operasional bisa keluar jika ada akta yayasannya,” katanya.

Ia menyampaikan, program memfasilitasi akta yayasan bagi pondok pesantren tradisional baru dilaksanakan di Kabupaten Garut, dan rencananya akan dikembangkan ke seluruh Jawa Barat.

“Kita fasilitasi pengurusannya di Kemenkumham dan kita bantu biayanya,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pesantren yang belum berbadan hukum masih banyak, untuk itu program selanjutnya tiap kota/kabupaten di Jabar akan diberi bantuan pengurusan akta yayasan sebanyak 500 pondok pesantren.

“Semua kita lakukan karena tujuan dari berdirinya RJD adalah sampaikan kebaikan, lakukan kebaikan untuk kebaikan dan program ini pas untuk tujuan itu,” katanya.

Baca juga: Seribuan relawan “Jokowi Deui” siap sambut Jokowi di Garut

Baca juga: Di tengah hujan deras Presiden bagikan sertifikat kepada masyarakat Garut

Baca juga: Senangnya Ibu Dedeh bisa ketemu dan bersalaman dengan Jokowi
 

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2019

JK dan kepala daerah bahas pemenangan Jokowi di Makassar

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi menyaksikan siaran langsung debat capres 2019 di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan nonton bareng debat pertama di rumah dinasnya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

Yang konsolidasi adalah partai-partai. Saya hanya mendengarkan penjelasan-penjelasan saja

Makassar (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama kepala daerah dan sejumlah politisi membahas pemilihan umum 2019, khususnya pemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin di kediamannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

“Kalau bahas konsolidasi pemilu itu ada, tapi yang konsolidasi adalah partai-partai. Saya hanya mendengarkan penjelasan-penjelasan saja,” ujar Jusuf Kalla.

Ia mengatakan konsolidasi yang juga diikuti pengurus partai-partai politik itu untuk pemenangan petahana pasangan Joko Widodo dan Ma`ruf Amin.

Menurut dia, semua elemen, baik partai politik, calon legislatif, relawan dan lainnya harus bekerja lebih keras lagi jika ingin memenangkan pasangan capres dan cawapres pada pemilihan umum.

“Semua harus bisa bekerja keras, apalagi yang hadir adalah kepala-kepala daerah. Para kepala daerah ini juga kan ada ketua partai dan yang hadir bukan hanya dari Nasdem, Golkar, pendukung Pak Jokowi saja, tapi semua partai ada di sini. Kita terbuka semua di sini,” katanya.

Kalla menyatakan beberapa indikator lainnya bisa mempengaruhi pemilik suara khususnya pemilih yang belum menentukan pilihannya atau “swing voters”.

Menurut dia, debat pasangan capres dan cawapres juga sebagai salah satu indikator yang mempengaruhi pemilih khususnya yang belum menentukan pilihannya karena umumnya masyarakat sudah cerdas.

“Kalau pemilih loyal itu mungkin tidak akan berubah, tapi `kan ada `swing voters` dan ini jumlahnya cukup besar juga. Makanya, materi debat lanjutan ini harus dimantapkan lagi,” katanya.

Baca juga: JK: Bedasarkan jajak pendapat, milenial prediksi Jokowi-Ma’ruf menang pilpres

Baca juga: Jadi mentor Jokowi-Ma’ruf, TKN sebut JK berpengalaman

Baca juga: JK nilai Jokowi-Ma’ruf ungguli Prabowo-Sandi

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2019

Tangkal SARA, Gusdurian Sulawesi serukan pemilu damai

Ibu Shinta Nuriyah Wahid saat menyampaikan humor Gus Dur dalam peringatan dua tahun wafatnya alm. KH. Abdul Rahman Wahid di Jakarta. Peringatan wafatnya mantan Presiden RI keempat tersebut dilakukan secara unik dengan membincangkan humor-humor Gus Dur yang dikenal humoris. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)

Tanpa kita disadari, isu tersebut berjalan senyap dan bermain di alam bawah sadar kita

Makassar (ANTARA News) – Jaringan Gusdurian Sulawesi mengajak publik di daerah itu mewujudkan pemilu yang damai serta bermartabat dengan bersama-sama menangkal isu negatif, berita bohong serta politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

“Tanpa kita disadari, isu tersebut berjalan senyap dan bermain di alam bawah sadar kita. Parahnya, hal itu tidak hanya disebarkan oleh orang-orang awam, tapi juga orang yang berpendidikan,” ujar Presidium Gusdurian Sulawesi Suaib Amin Prawono di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, Pemilu 2019 sangat rawan konflik sebab dalam beberapa tahun terakhir, informasi tidak benar atau hoaks dan isu SARA sering kali dipakai mewarnai perhelatan politik bangsa ini.

Karena itu, diperlukan dorongan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menangkal isu-isu tersebut dan mengecek kebenaran agar tidak terpicu isu yang dihembuskan kelompok tertentu yang bertujuan memecah belah persatuan.

Selain itu, fenomena sekarang terjadi karena minimnya gagasan dan juga disebabkan hasrat berkuasa lebih dominan ketimbang upaya untuk menegakkan prinsip kemanusiaan dalam berpolitik.

Akibatnya, nilai-nilai kemanusiaan yang sejatinya menjadi basis perjuangan politik menjadi terlupakan dan keluar dari jalur seharusnya.

Bahkan narasi politik telah “berseliweran” di berbagai media sosial yang terlihat semakin tidak mendidik. Karena tidak hanya diwarnai berita-berita bohong, tapi juga kebencian, dendam dan kecurigaan antarmasing-masing pendukung pasangan calon.

“Tentu hal ini sangat berbahaya, sebab fenomena tersebut tidak hanya berpotensi melahirkan konflik horizontal serta lemahnya ikatan solidaritas antarsesama, tapi berpotensi menciptakan disintegrasi bangsa,” ungkap dia.

Jika sudah demikian, tutur Suaib, mimpi tentang pemilu damai akan menjadi sesuatu yang mustahil diwujudkan. Tentunya diperlukan kewarasan dalam menentukan pilihan dan kesadaran melihat adanya serangan-serangan tersebut.

Pada konteks inilah, kata dia, penting untuk terus menyuarakan pemilu damai. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah terus mewacanakan pentingnya kesadaran berdemokrasi dengan melibatkan semua kalangan.

“Kita berharap demokrasi tidak hanya dipahami sebatas instrumen politik, tapi lebih dari itu, menjadi basis nilai kemanusiaan,” katanya di sela ?dialog publik bertema “Demokrasi, Jalan Menuju Pemilu Damai di Warkop Bundu Makassar”.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu, pengamat politik Dr Firdaus Muhammad, Komisioner KPU Sulsel Asram Jaya, Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad dan Direktur Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel Iqbal Arsyad.

Baca juga: Jaringan Gusdurian terima Asia Democracy and Human Rights Award 2018

Baca juga: Dukungan Gusdurian dinilai berpengaruh pada Jokowi-Ma’ruf

Baca juga: Komunitas Gusdurian gelar aksi solidaritas untuk kedamaian NKRI
 

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2019

Muhaimin perkuat caleg PKB di Kalbar

Arsip Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam Konsolidasi Caleg PKB di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (17/12/2018). Kegiatan tersebut untuk mempersiapkan para caleg dalam menghadapi Pemilu 2019 sekaligus peringatan haul ke sembilan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Yang paling penting adalah, semua caleg PKB optimistis bisa menjadi pilihan rakyat di tingkat legislatif, yakinkan semua masyarakat untuk memilih kita.”

Pontianak (ANTARA News) – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar melakukan konsolidasi bersama ratusan calon anggota legislatif yang ada di Kalimantan Barat untuk menguatkan mesin parpol dalam pemenangan partai tersebut pada Pemilu 2019 mendatang.

“Saya meminta para calon anggota legislatif di semua tingkatan yang ada di Kalbar untuk memperkuat sinergi, kita harus solid, saling memberi manfaat, saling berbagi tugas. Asas kohesif antarcalon anggota DPR RI, provinsi, dan kabupaten/kota harus terbangun,” kata Muhaimin di Pontianak, Sabtu (19/1) malam.

Menurutnya, untuk mendapatkan simpati masyarakat, setiap caleg harus terus memperluas silaturahmi dengan berbagai kalangan. Kalau mau terpilih harus turun langsung ke lapangan dan bersilaturahmi dengan masyarakat, tidak hanya saat pencalegan, tapi juga ketika sudah terpilih nanti.

“Yang paling penting adalah, semua caleg PKB optimistis bisa menjadi pilihan rakyat di tingkat legislatif, yakinkan semua masyarakat untuk memilih kita,” tuturnya.

Tidak kalah penting, pada kesempatan itu dirinya juga mewajibkan semua caleg untuk mensosialisasikan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma`ruf.

“Ini wajib kita lakukan untuk memenangkan calon presiden dan wakil presiden yang kita usung. Kita harus berani dan tampil di depan untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma`ruf,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik mengatakan untuk memperkuat kesiapan caleg dari PKB, pihaknya melakukan penguatan kepada para caleg. Kemudian juga melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk mendapatkan dukungan dan suara dari masyarakat.

“Kegiatan pembekalan sudah dilakukan sejak pagi tadi dan akan berakhir pada Minggu siang besok,” ujarnya saat memberikan sambutan pada agenda konsolidasi Ketua Umum DPP Muhaimin Iskandar di Pontianak.

Mengenai target di Kalbar, PKB menargetkan dapat mendapatkan delapan kursi. Menurutnya target tersebut dapat diraih lantaran seluruh kader dan caleg semua bekerja dengan maksimal.

“Banyak strategi dan rencana-rencana yang akan kami lakukan namun tidak bisa saya paparkan di dalam sambutan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji yang diundang dalam konsolidasi tersebut mengatakan, sebagai salah satu partai yang mendukung dirinya bersama Ria Norsan pada Pilkada Kalbar lalu, PKB terbukti solid.

“Makanya saya dan pak Norsan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada PKB yang telah mendukung membawa kami memenangkan Pilkada Kalbar,” kata Sutarmidji.

Menurutnya, PKB merupakan partai yang berani terang-terangan menunjukan jati dirinya sebagai partai pengusung capres dan cawapres nomor urut 1. Sementara ada partai lain yang mengaku mengusung dan mendukung, tapi masih takut-takut untuk terang-terangan.

“Saya saja pendukung presiden nomor urut 1, karena hari ini hari Sabtu dan di luar jam kerja saya sebagai Gubernur, saya boleh juga terang-terangan menyatakan dukungan. Saya harapkan caleg PKB tetap solid dan terus bersilaturahmi dan mensosialisasikan pak Jokowi dan pak Ma`ruf kepada masyarakat,” katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019

Demokrat instruksikan DPD berjuang untuk caleg

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono menyampaikan pidato politiknya dalam acara HUT Ke-17 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (17/9/2018). Acara itu digelar dengan tema Utamakan Rakyat dan Bangun Politik Yang Beradab. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye

Denpasar, 19/1 (ANTARA News) – Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Demokrat menginstruksikan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Daerah untuk berjuang keras membantu para caleg lolos dalam Pemilu 2019.

“Misalkan sekarang dapat (kursi-red) dua, besok tiga. Sekarang tiga, besok empat. Caleg bekerja keras, tetapi juga dibantu agar mereka lebih mudah berkomunikasi dengan konstituen,” kata Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo usai menggelar rapat di Kantor DPD Partai Demokrat Bali, di Denpasar, Sabtu.

Dia mengingatkan para kader jangan sampai karena persoalan-persoalan kecil di tubuh partai, lantas menurunkan semangat untuk berjuang meraup suara dalam Pemilu 2019.

“Sesuai perintah ketua umum, semua caleg juga harus bekerja keras. Kalau hanya mesinnya, calegnya tidak kerja keras, `kan yang dipilih calegnya,” ucapnya pada rapat yang dihadiri Ketua Demokrat Bali Made Mudarta dan jajaran pengurus DPD, DPC, dan caleg dari seluruh Bali itu.

Oleh karena itu, lanjut Pramono, para caleg dan pengurus partai harus bekerja bersama-sama dengan maksimal. Termasuk bagi para caleg yang akan maju ke DPR RI, juga harus bersinergi dengan para caleg untuk DPRD kabupaten/kota dan provinsi.

Selain itu, terkait dengan kedatangannya ke Bali kali ini, Pramono mengaku diperintah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk menanyakan apa sesungguhnya yang terjadi di DPD Demokrat Bali, sebagaimana berita yang hangat dalam beberapa waktu terakhir.

“Setelah saya berbicara dengan Ketua DPC, DPD, anggota, sekretaris, kader dan caleg Demokrat sebetulnya tak ada masalah,” katanya.

Pihaknya justru mengkhawatirkan wacana di internal Demokrat “digoreng” pihak lain untuk menurunkan kepercayaan pada Partai Demokrat. “Semua daerah harus saya lakukan penataan sebaik-baiknya, baik kelemahan maupun kelebihan,” ucapnya.

Terkait dengan isu Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) untuk mencari Plt Ketua Demokrat Bali sebagaimana yang berembus belakangan ini, Pramono secara tegas mengatakan urusan Plt (pelaksana tugas) sepenuhnya di tangan Ketua Umum SBY. “Tidak ada itu Plt,” katanya.

Demikian pula menanggapi hasil survei Roda Tiga Konsulting (RTK) yang menyebutkan kondisi Demokrat Bali turun, Pramono dengan tegas membantahnya. “Semua berjalan dengan baik. Dari mana survei itu, siapa yang bayar?” ujarnya mempertanyakan.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Bali Wayan Adnyana mengatakan pihaknya telah melaporkan sejumlah kegiatan politik yang dilakukan DPD untuk mempersiapkan hasil maksimal pada Pemilu 2019.

“Kami mendukung teman-teman untuk penguatan caleg supaya bisa maksimal di antaranya merancang dana garansi elektoral,” ucapnya.

Di samping itu pihaknya juga mengoordinasikan para saksi dan mekanismenya.

Baca juga: SBY minta kadernya tidak banyak mengumbar janji

Baca juga: Demokrat Bali siapkan insentif caleg tak terpilih

Baca juga: Demokrat prioritaskan caleg petahana nomor urut satu

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2019

Pembangunan infrastruktur berdampak baik bagi milenial

Koordinator Relawan Milenial Jokowi-Amin, Pradana Indraputra (baju putih) menjadi pembicara pada diskusi publik bertajuk “Milenial Bicara Infrastruktur” di Kopi Buntu – Brigth Cafe, Jakarta, Sabtu (19/1/2019). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) – Koordinator Relawan Milenial Jokowi-Amin, Pradana Indraputra menilai pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi berdampak baik untuk kaum milenial.
 
“Pak Jokowi tidak bicara sekarang, hari ini, tapi masa depan, pembukaan pelabuhan baru dan pembukaan jalan baru bermanfaat untuk kalangan milenial di daerah untuk bisa melihat dunia luar,” tutur Pradana usai menghadiri Diskusi Publik bertajuk Milenial Bicara Infrastruktur di Kopi Buntu, Jakarta, Sabtu.
 
iskusi yang digelar Suropati Syndicate juga menghadirkan peneliti Indef Bima Yudhistira dan peneliti Suropati Syndicate Alhe Laitte.

Menurut dia, infrastruktur yang saat ini dibangun akan sangat berguna dan mampu memenuhi kebutuhan kalangan milenial di masa yang akan datang. Ia menyakini jika Presiden Jokowi terus melanjutkan masa kepemimpinannya, dampak terhadap infrastruktur yang sudah dibangun akan terasa.
 
Pradana menmgingatkan perlunya menjaga kaum milenial ini yang sangat rentan terpengaruh dengan isu-isu miring atau berita-berita hoaks. Karena itu, perlu sesering mungkin menyampaikan informasi di media sosial.
 
“Seperti menyampaikan prestasi pemerintah dan juga mengkalarifikasi dengan hoaks-hoaks yang ada melalui media sosial, mulai dari Instagram, Twitter, Facebook,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya. 
 
Sementara itu, peneliti Indef Bima Yudhistira menuturkan pembangunan infrastruktur yang dibangun Jokowi terkoneksi dengan pembangunan ekonomi. Keterkaitan kaum milenial dengan insfrastruktur, kaum milenial harus bisa dimanfaatkan dengan baik. “Millenial harus berpikir bagaimana memanfaatkan infrastruktur yang dibangun pemerintah saat ini,” kata Bima.
 
Bima menyoroti, kurangnya minat kaum milenial untuk masuk ke sektor pertanian dan industri dapat mempengaruhi kegunaan dari insfrastruktur tersebut.
 
“Sekarang kaum milenial malas masuk sektor pertanian dan industri. Sementara rata-rata petani umurnya lebih dari 45 tahun, milenial lebih kepada jasa dan e-commerce. Percuma bendungan dan jalan dibangun tapi kaum milenial nggak mau masuk sektor pertanian. Kita tertinggal jauh dengan negara-negara di Asia Tenggara,” ujarnya. 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019

Presiden Jokowi sampaikan pesan persatuan kepada jamaah dzikir akbar di Rengasdengklok

Rengosdengklok, Karawang (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan persatuan kepada jamaah dalam dzikir akbar yang digelar di Pondok Pesantren Al Baghdadi, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam acara dzikir akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad saw dan Khaul Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA di Pondok Pesantren Al Baghdadi, Rengasdengklok, Karawang, Sabtu malam, sekitar pukul 22.15 WIB setelah menempuh perjalanan darat dari Garut.

Presiden Jokowi kemudian menyampaikan pidato di hadapan ribuan orang yang antusias dan telah menantinya sejak sore hari.

“Saya sangat berbahagia Alhamdulillah bisa hadir. Seperti yang tadi disampaikan oleh Abah bahwa ini adalah kunjungan saya yang ketujuh,” kata Presiden.

Karena itu, Presiden mengaku sangat bahagia bisa hadir dan menyapa jamaah di Pondok Pesantren asuhan Abah Kiai Haji Junaidi Al Baghdadi.

“Dan pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengingatkan pada kita semua ya, menyadarkan pada kita semuanya bahwa bangsa ini adalah bangsa besar, Indonesia adalah negara besar, negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara besar, penduduk kita sekarang sudah 260 juta, yang hidup di 17 ribu pulau, yang hidup di 514 kota dan kabupaten, yang hidup di 34 provinsi,” katanya.

Presiden menambahkan bahwa Indonesia dianugerahi oleh Allah sebagai negeri yang berbeda-beda, beragam, majemuk, berbeda suku, berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda bahasa daerah dan lain-lain. “Beda-beda semuanya, sudah menjadi Sunatullah, sudah menjadi hukum Allah kalau memang Bangsa Indonesia ini berbeda beda,” katanya.

Karena itu Presiden ingin mengajak semua yang hadir untuk merawat, menjaga dan memelihara persaudaraan, kerukunan dan persatuan bangsa. Presiden mengingatkan jangan sampai perbedaan-perbedaan menjadikan Bangsa Indonesia tidak seperti bersaudara lagi.

“Saya kadang-kadang sedih kalau mendengar, ini biasanya dimulai gara-gara biasanya ini dari pilihan bupati, urusan politik, dimulai dari pilihan wali kota, dimulai dari pilihan gubernur, dimulai dari urusan presiden,” katanya.

Perbedaan pilihan politik kadang membuat antarsesama tidak saling menyapa bahkan bermusuhan. Presiden ingin agar hal itu jangan sampai terjadi namun meyakini jamaah Abah Junaedi Al Baghdadi tidak akan terpengaruh hal-hal negatif karena sudah paham apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak.

“Saya titip, jangan sampai tidak saling omong dengan tetangga, tidak saling sapa. Tidak saling menyapa antarkampung. Itu harus kita hindarkan,” katanya.

Soal pilihan politik, Presiden Jokowi menyarankan para jamaah untuk menggunakan hati nurani dan pikiran secara jernih. “Kalau ada pilihan bupati, dilihat ada A, B, C, ya dilihat saja pengalaman punya enggak, prestasinya ada enggak, rekam jejaknya ada enggak, programnya bagus enggak, idenya bagus enggak. Gagasan gagasannya bagus enggak, dilihat itu saja,” katanya.

Ia berpesan agar jamaah jangan mendengarkan fitnah-fitnah dari sumber yang tidak jelas arahnya dan menyesatkan. 

Setelah menyampaikan pesannya Presiden Jokowi menyempatkan untuk turun dari panggung menyapa jamaah dan bersalaman dengan beberapa di antara mereka. Kemudian, Presiden meninggalkan Pondok Pesantren yang pernah didatanginya pada 2014 itu.
Baca juga: Jokowi tegaskan dana desa jangan sampai kembali ke Jakarta
Baca juga: Di tengah hujan deras Presiden bagikan sertifikat kepada masyarakat Garut
Baca juga: Presiden pesan produk sabun Eli Liawati, warga Garut, senilai Rp2 miliar

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sandi: Debat capres tidak perlu dibuat panas

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dipijat pasangannya Sandiaga Uno saat jeda debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

Masing masing kandidat akan berbicara apa yang ada di pikiran dan hati mereka secara terbuka dan lebih mendalam tanpa harus dibatasi kisi-kisi.”

Surabaya (ANTARA News) – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tidak perlu dibuat panas.

“Pasangan calon kita harus memastikan bahwa debat selanjutnya harus lebih bisa menjawab seperti yang diinginkan masyarakat,” katanya kepada wartawan di sela kegiatan kampanyenya di Surabaya, Sabtu petang.

Pasangan Prabowo Subianto di Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2019 itu merasakan debat capres dan cawapres perdana yang telah berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta pada 17 Januari lalu melibatkan terlalu banyak massa yang semakin menambah panas suasana di dalam ruangan.

“Tapi harus kita syukuri debat yang telah berlangsung kemarin berjalan dengan lancar,” katanya.

Sandi mendorong harus ada evaluasi agar debat selanjutnya dibuat dengan lebih sederhana tanpa melibatkan massa terlalu banyak.

“Debat itu kan itu kan untuk saling memahami. Saya rasa tidak perlu melibatkan begitu banyak orang di dalam ruangan. Mestinya dibuat senyaman mungkin termasuk bagi yang menonton. Debat yang kemarin itu kan berlangsung di koridor yang terlalu besar,” ucapnya.

Sandi berharap debat capres dan cawapres selanjutnya bisa lebih fokus ditujukan kepada masyarakat yang belum menentukan pilihan pada Pemilu Presiden 2019 yang dijadwalkan berlangsung tanggal 17 April mendatang.

“Memang harus ada evaluasi untuk pelaksanaan debat selanjutnya. Saya juga sepakat agar tidak lagi dibatasi oleh kisi-kisi,” katanya.

Dengan begitu, menurut dia, tiap capres maupun cawapres bisa membuat suatu pembahasan yang lebih menarik dari segi pendalaman masing-masing topik.

“Masing masing kandidat akan berbicara apa yang ada di pikiran dan hati mereka secara terbuka dan lebih mendalam tanpa harus dibatasi kisi-kisi,” tuturnya.

Selain Prabowo-Sandi, Pemilu Presiden pada 17 April 2019 mendatang juga diikuti oleh pasangan nomor urut 01, yaitu Joko Widodo – Ma`ruf Amin.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap paparkan peningkatan rasio pajak 16 persen

Dokumentasi calon wakil presiden, Sandiaga Uno, saat bersama istrinya Nur Asia. (ANTARA News/Susylo Asmalyah)

Surabaya (ANTARA News) – Pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menyatakan siap memaparkan langkah-langkah untuk meningkatkan “tax ratio” atau rasio pajak sebesar 16 persen dalam waktu dekat.

“Tidak bisa saya paparkan secara singkat dengan cara door stop di sini. Karena pemaparannya butuh waktu sekitar 40 menit atau lebih,” kata Sandiaga, saat dicegat wartawan di sela kegiatan kampanyenya di Surabaya, Sabtu petang.

Ia menjanjikan akan memberikan pernyataan secara menyeluruh dalam waktu dekat terkait tekad Prabowo-Sandi yang jika dipercaya memimpin Indonesia melalui Pemilu Presiden 2019 akan meningkatkan rasio pajak sebesar 16 persen.

Ia mengungkapkan rasio pajak, yang merupakan jumlah pajak pada suatu masa dibagi atau dibandingkan PDB pada masa yang sama di Indonesia selama ini selalu terus menurun.

“Ekonomi selama ini berkembang tapi belum ada reformasi pajak seperti yang dijanjikan. Di bawah Prabowo-Sandi, kita akan tingkatkan itu,” katanya.

Ia memastikan langkah-langkah peningkatan pajak rasio sebesar 16 persen itu akan disampaikan kepada publik segera dalam waktu dekat.

“Mungkin satu atau dua hari ke depan, setelah saya menyelesaikan kunjungan dari Jawa Timur, akan saya paparkan langkah-langkahnya,” ucapnya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019

Wali Kota Cirebon: Saya berhak menentukan hak politik mendukung Jokowi-Ma`ruf

Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.

Saya mencermati, kepemimpinan Jokowi saat ini berpihak kepada kepentingan rakyat.”

Cirebon (ANTARA News) – Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, Nasrudin Azis menyatakan sebagai warga negara dirinya berhak menentukan hak politik untuk mendukung Joko Widodo-KH Ma`ruf Amin pada Pilpres 2019.

“Saat deklarasi saya tidak menggunakan fasilitas negara,” katanya usai mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma`ruf Amin, Sabtu.

Ia juga memastikan saat deklarasi mendukung calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma`ruf Amin, posisinya sedang menjalani masa libur.

“Selain itu, deklarasi ini bukan kapastitas saya sebagai Wali Kota Cirebon, tapi atas nama pribadi saya,” kata Nasrudin Azis.

Azis juga menegaskan tidak menggunakan fasilitas negara sedikitpun saat deklarasi yang dihadiri oleh sejumlah tim pemenenangan dan relawan Jokowi-Ma`ruf Amin itu.

“Saya bisa pastikan, tidak menggunakan fasilitas negara dalam penyelenggaraan deklarasi ini,” tuturnya.

Nasrudin Azis saat ini menjabat sebagai Wali Kota Cirebon dari Partai Demokrat. Secara mengejutkan dia mendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma`ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Saya menyatakan siap mendukung dan memenangkan pasangan nomor urut 01, Ir H Joko Widodo dan Prof Dr KH. Ma`ruf Amin,” katanya.

Deklarasi itu dihadiri Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma`ruf Amin wilayah Jawa Barat Saan Mustofa dan Ketua Tim Pemenangan Jokowi di Kota Cirebon Edi Suripno.

Dalam deklarasi yang dibacakan sendiri oleh Azis, dia mendukung Jokowi-Ma`ruf Amin, karena dianggap sudah menjalankan pemerintahannya dengan baik dan pro rakyat.

“Saya mencermati, kepemimpinan Jokowi saat ini berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019

Sekjen PBNU: Jokowi ungguli Prabowo pada debat pertama

Arsip Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kiri) didampingi pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Tegalrejo Gus YUsuf (keempat kiri) meninjau pembangunan Rumah Sakit Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/8/2018). PBNU bekerja sama dengan RS Siloam membangun Rumah Sakit Syubbanul Wathon untuk memberikan pelayanan kesehatan terutama kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Magelang dan sekitarnya. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Lombok Tengah (ANTARA News) – Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menilai Jokowi-Ma`ruf Amin unggul dari Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno pada debat pertama calon presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan KPU.

“Kalau saya lihat pak Jokowi lebih unggul karena lebih berpengalaman di pemerintahan. Pernah jadi wali kota, jadi gubernur, dan presiden. Penguasaan lapangan jauh lebih matang,” ujarnya usai membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) NU NTB di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan, kalau ada sindiran Jokowi kebanyakan “nyontek” tulisan saat debat, menurut Helmi, itu adalah hal yang biasa, agar dalam menyampaikan data tidak salah.

“Kalau capres `nyontek` itu sah-sah saja, boleh. `Nyontek` itu hanya menyampaikan data supaya tidak salah. Manusia ada keterbatasan, misalnya terkait angka kemiskinan, ya syukur-syukur kalau hafal,” ucapnya.

“Begitu juga dengan capres Prabowo jika ingin melihat data dari tulisan, silakan saja,” kata Helmy.

Selain itu, dalam penguasaan materi Jokowi lagi-lagi lebih unggul dari Prabowo. Hal ini bisa dilihat dari materi yang disampaikan oleh Jokowi.

“Orang bisa lihat siapa yang unggul. Cukup dengan bahasa isyarat saja orang sudah paham,” katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019

Budi Karya hadiri Deklarasi Akbar Alumni SMA DKI Jakarta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Akbar Alumni SMA DKI Jakarta, di Jakarta, Sabtu (19/1/2019). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memanfaatkan waktu liburnya dengan melakukan kampanye untuk pasangan capres-wawapres nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin. 

Kegiatan kampanye itu dengan menghadiri acara pemantapan deklarasi akbar alumni SMA seluruh DKI Jakarta di Kemang Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu.

Melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, Menhub mengingatkan bahaya dari penyebaran informasi kabar bohong alias hoaks yang dibangun secara sengaja dan menyebar dengan cepat. 

Di depan para alumni SMA seluruh Jakarta, mantan Dirut Angkasa Pura II ini juga berpesan agar para alumni bertemu dan merangkul calon pemilih yang belum menentukan pilihan yang jumlahnya diperkirakan sangat banyak.

Ia berharap satu orang bisa mempengaruhi lima orang calon pemilih.

Dengan bersatunya alumni SMA seluruh Jakarta ini, ia berkeyakinan jumlah suara untuk Jokowi-Ma’ruf Amin akan terus bertambah dibandingkan dengan jumlah suara dalam pemilihan Presiden tahun 2014 yang lalu. 

“Saya sangat mengapresiasi, bahkan saya sudah mewakafkan diri saya untuk menjadikan Jokowi presiden kedua kalinya,” kata Menhub.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres, yaitu nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: Menteri Perhubungan minta agar masjid bebas dari politik pecah belah

Baca juga: Menhub: Jadikan masjid tunjukkan citra Indonesi hebat

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019

PBNU usulkan debat capres di tempat terbuka

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta, Rabu (24/10/2018). (Anom Prihantoro)

Lombok Tengah (ANTARA News) – Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengusulkan debat calon presiden dan calon wakil presiden berikutnya bisa dilaksanakan di tempat terbuka.

“Kalau bisa debat berikutnya lebih rileks, misalnya, dengan konsep `outdoor`, seperti di tengah sawah,” ujar Helmy Faishal Zaini usai membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) NU NTB di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu.

Ia menilai, jika konsep debat capres-cawapres dilakukan di tempat terbuka maka dunia luar bisa tahu, bahwa alam Indonesia begitu indah, tidak seperti pada debat pertama yang terkesan sangat monoton.

“Nanti bisa disorot dunia internasional, teryata alam Indonesia memang indah. Jadi debatnya bisa sambil minum kopi,” ucapnya.

Helmy menyatakan bila memungkinkan acara debat berikutnya bisa digelar di luar Jakarta, sehingga semua orang bisa mengerti dan memahami acara debat tersebut.

“Jadi untuk evaluasi ke depan, bagaimana debat berjalan rileks, tidak tegang. Kalau bisa digelar di tempat terbuka. Silakan, supaya masyarakat melihat,” katanya.

Pewarta:
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2019

PB NU usulkan debat calon presiden di tempat terbuka

Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (ketiga kiri) dan KH Ma’ruf Amin (kiri), bersalaman dengan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan), usai debat perdana calon presiden, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

… debat berikutnya lebih rileks. Misalnya, dengan konsep ruang terbuka, seperti di tengah sawah…

Lombok Tengah, NTB (ANTARA News) – Sekretaris Jenderal PB NU, Helmy Faishal Zaini, mengusulkan debat calon presiden dan calon wakil presiden berikutnya bisa dilaksanakan di tempat terbuka.

“Kalau bisa debat berikutnya lebih rileks. Misalnya, dengan konsep ruang terbuka, seperti di tengah sawah,” ujar dia, usai membuka Konferensi Wilayah NU NTB di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu.

Ia menilai, jika konsep debat calon presiden-wakil presiden di ruang terbuka maka dunia luar bisa tahu, bahwa alam Indonesia begitu indah. Tidak seperti pada debat pertama yang terkesan sangat monoton.

“Nanti bisa disorot dunia internasional, teryata alam Indonesia memang indah. Jadi debatnya bisa sambil minum kopi,” ucapnya.

Ia menyatakan, bila memungkinkan debat berikutnya bisa digelar di luar Jakarta, sehingga semua orang bisa mengerti dan memahami debat itu.

“Jadi untuk evaluasi ke depan, bagaimana debat berjalan rileks, tidak tegang. Kalau bisa digelar di tempat terbuka. Silakan, supaya masyarakat melihat,” katanya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019

Wali Kota Cirebon deklarasi dukung Jokowi-Ma`ruf Amin di Pilpres

Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.

Cirebon (ANTARA News) – Nasrudin Azis, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, dari Partai Demokrat secara mengejutkan mendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma`ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Saya menyatakan siap mendukung dan memenangkan pasangan nomor urut 01, Ir H Joko Widodo dan Prof Dr KH. Ma`ruf Amin,” kata Azis di Cirebon, Sabtu.

Azis merupakan Wali Kota Cirebon yang diusung Partai Demokrat. Azis melakukan deklarasi dukungan di Hotel Verse Jalan Tuparev Cirebon.

Deklarasi itu dihadiri Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma`ruf Amin wilayah Jawa Barat Saan Mustofa dan Ketua Tim Pemenangan Jokowi di Kota Cirebon Edi Suripno.

Dalam deklarasi yang dibacakan sendiri oleh Azis, ia mendukung Jokowi-Ma`ruf Amin, karena dianggap sudah menjalankan pemerintahannya dengan baik dan pro rakyat.

“Saya mencermati, kepemimpinan Jokowi saat ini berpihak kepada kepentingan rakyat,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Azis, Jokowi juga telah berhasil melakukan pembangunan di segala bidang.

Dia juga menilai, Jokowi merupakan pemimpin yang religius yang berhasil menebar kedamaian dan menciptakan Islam yang rahmatan lil Alamin.

“Jokowi juga bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta merawat keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Dengan pertimbangan itulah, Azis mengaku memantapkan dirinya, untuk mendukung Joko Widodo dan Ma`ruf Amin dan siap memenangkan di pemilihan presiden nanti.

Pewarta:
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2019