Ksatria Airlangga imbau tidak pilih caleg tak kampanyekan Jokowi

Calon presiden Joko Widodo saat berada di tengah-tengah pengurus Ksatria Airlangga dan komunitas pendukung lainnya saat di Surabaya beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

Ini sebagai penegas bahwa perjuangan menuju Indonesia maju harus secara bersama-sama atau kolektif

Surabaya (ANTARA) –

“Ini sebagai penegas bahwa perjuangan menuju Indonesia maju harus secara bersama-sama atau kolektif,” ujar Ketua Ksatria Airlangga, Teguh Prihandoko, kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, masyarakat secara mudah bisa dengan melihat berbagai bentuk alat peraga caleg, baik berupa baliho, spanduk, leaflet, stiker, kalender, gelas dan lainnya.

Karena itulah, kata dia, pada setiap alat peraga kampanye tersebut diharapkan terpasang juga gambar Jokowi atau KH Ma’ruf Amin sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia adil dan makmur.

“Kalau tidak maka diartikan tidak bersama-sama secara kolektif membangun cita-cita Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, deklarator Ksatria Airlangga Heru Hendratmoko juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya intelektual kampus untuk aktif melakukan pendidikan politik kepada rakyat agar dapat dicapai Indonesia yang dewasa secara politik dan menghargai perbedaan pendapat.

“Mari secara aktif menumbuhkan kesadaran publik bahwa ada lima surat suara dan tentunya perlu membuka ruang kritis terhadap empat surat suara lainnya selain surat suara Pemilihan Presiden,” katanya.

Pemilihan Presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 dan diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-KH Ma`ruf Amin di nomor urut 01, serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02.

Pewarta:
Editor: Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2019