Jokowi mengaku juga pernah jadi sales

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menunjukkan salahsatu kartu ketika kampanye terbuka di Lapangan Dukuhsalam, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019). Dalam kampanyenya, Jokowi menyampaikan program Kartu Sembako, Kartu Prakerja dan Kartu KIP Kuliah serta memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada pilpres 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/pd.

Tegal (ANTARA) – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo saat kampanye terbuka di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis, mengaku juga pernah bekerja sebagai sales.

Saat kampanye di lapangan bola Dukuh Salam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jokowi, mengundang sejumlah peserta kampanye untuk tampil ke panggung.

Di tengah guyuran hujan deras, Joko Widodo mengajak salah satu warga Tegal ikut naik panggung kampanye di lapangan bola itu.

Jokowi meminta tanggapan warga itu atas tiga kartu baru yang akan diluncurkannya.

Kepada dua peserta kampanye yang diajak naik ke panggung, Jokowi bertanya tentang harapan atas tiga kartu itu. Kepada salah seorang peserta kampanye bernama Mulyadi, Jokowi menanyakan tanggapannya soal Kartu Pra Kerja.

Saat ditanya jenjang pendidikan, Mulyadi mengaku hanya lulus SD. Namun demikian, Jokowi menegaskan bahwa lulusan SD bisa mengikuti program Kartu Pra Kerja.

“Sekarang kerja di mana?” tanya Jokowi. “Sales, Pak,” jawab Mulyadi dengan suara kurang percaya diri. Kemudian Jokowi menimpali, “Ya bagus dong, sales,” kata Jokowi. Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan, “ Saya dulu tahun 85-86 juga sales lho.”

“Alhamdulillah sama kita ya, Pak,” kata Mulyadi sambil mengulurkan tangan. “Sama, salaman dulu,” ucap Jokowi.

Sementara itu, kepada peserta kedua bernama Rohani, Jokowi bertanya soal Kartu Sembako Murah. “Bu Rohani, apa yang diharapkan dengan adanya Kartu Sembako Murah?” tanya Jokowi.

“Supaya ngga banyak utang,” jawab Rohani dengan suara lirih.“Ini jawaban jujur, ngga apa-apa,” ucap Jokowi berusaha membesarkan hati Rohani.

Jokowi menjelaskan bangsa ini adalah bangsa besar, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan. Selama periode 2014-2019, pemerintahan Jokowi konsentrasi pada pembangunan infrastruktur.

Karena itu, menurut Jokowi, di waktu mendatang akan fokus pada pembangunan manusia seperti pendidikan, lapangan kerja, dan akses makanan bergizi.

Pewarta:
Editor: Yuniardi Ferdinand
Copyright © ANTARA 2019