Cak Imin: terpilihnya Ma’ruf Amin adalah bukti NU pilar penting kebangsaan

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat menghadiri Harlah NU ke-93 di Cianjur, Jawa Barat, Kamis. (Rangga Jingga)

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan dipilihnya Mustasyar PBNU Ma’ruf Amin sebagai cawapres, merupakan bukti NU selalu menjadi pilar penting kebangsaan. 

“Pemilu 2014, wapres adalah Mustasyar PBNU yaitu pak JK. Hari ini Mustasyar PBNU yang hampir pasti jadi wapres adalah Kiai Ma’ruf. Ini bukti bahwa NU menjadi pilar penting bagi keberlangsungan, perekat persatuan bangsa, sekaligus menguatkan pemerintahan,” kata Cak Imin saat menemani Ma’ruf menghadiri peringatan Harlah NU ke-93 di Lapangan Prawitasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis. 

Cak Imin mengatakan saat ini semua kalangan, baik ahli, pengamat, bahkan dunia internasional mengakui dan menyatakan NU Adalah pilar pemersatu bangsa Indonesia.

“Bahkan ada yang ekstrem (menyebut) kalau tidak ada NU barang kali Indonesia sudah pecah berantakan ke mana-mana. Inilah bukti bahwa NU telah memberikan pengabdian karya nyatanya bagi perekat pemersatu umat dengan berbagai idiom tema rencana yang diawali dengan ghirah keagamaan yang kuat dan kokoh,” ujar Cak Imin. 

Menurutnya, NU memiliki senjata berupa tiga ukhuwah yakni Islamiyah, Wathoniyah, dan Insaniah yang telah melekat dan menjadi bagian dari kekuatan bangsa. 

Dia optimistis jika Ma’ruf menjadi wapres maka NU akan semakin berjaya. Selain itu kekuatan Islam tanah air juga akan menjadi contoh bagi kekuatan Islam dunia.

“Kita doakan semoga kiai Ma’ruf Amin benar-benar sehat walafiat, senantiasa diberi kekuatan untuk terus memimpin kita semua, memimpin bangsa Indonesia, untuk kemajuan kesejahteraan dan keadilan,” ujar Cak Imin. 

Sementara itu cawapres RI sekaligus Mustasyar PBNU Ma’ruf Amin mengatakan NU adalah pendiri bangsa. Sejak zaman kemerdekaan NU sudah berjuang mengusir penjajah. 

Saat ini, kata Ma’ruf, NU adalah kendaraan penyelamat umat dari gonjang-ganjing pemahaman keagamaan. NU berada ditengah-tengah dan menjadi penyelamat ibarat kapal Nabi Nuh. 

“Siapa naik kapal NU insyaallah akan selamat dunia akhirat,” ujar dia.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019