Akademisi : Debat cawapres harus berbobot

Ilustrasi. Debat cawapres 2019 (Antara jatim/rifai)

debat calon wakil presiden (Cawapres) yang ditayangkan melalui media elektronika pada Minggu (17/3) harus menghasilkan kualitas debat.

Lebak (ANTARA) – Akademisi Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Falah Rangkasbitung Encep Khaerudin mengatakan debat calon wakil presiden (Cawapres) yang ditayangkan melalui media elektronika pada Minggu (17/3) harus menghasilkan kualitas debat yang berbobot.

“Kita berharap debat itu memiliki kualitas dalam menyampaikan pandangan tentang kesejahteraan masyarakat,” kata Encep Khaerudin saat dihubungi di Lebak, Banten, Minggu.

Masyarakat sangat menantikan debat calon pemimpin bangsa agar membangun lima tahun ke depan menjadi lebih baik.

Dalam debat itu cawapres nomor satu 01 KH Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Sandiaga Uno berharap menguraikan gambaran program kesejahteraan masyarakat secara nyata, jelas dan lugas. Sebab, saat ini keluarga prasejahtera di Indonesia cukup tinggi, termasuk angka pengangguran.

Karena itu, pihaknya berharap cawapres dari pasangan 01 dapat memberikan gambaran membangun mulai dari pinggiran tentang budaya, kearifan lokal yang harus dipertahankan. Kemudian bagaimana meningkat SDM, pendidikan, kesehatan untuk pemerataan kesejahteraan.

Begitu juga bagaimana program lapangan pekerjaan untuk mengatasi pengangguran.

“Kita berharap cawapres Ma’ruf Amin dapat menguraikan program-program untuk lima tahun ke depan yang bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya menjelaskan.

Ia juga meminta pasangan 02 Sandiaga Uno dalam debat itu juga mampu memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat, seperti apa bangsa ini di bawa lima tahun ke depan.

Selama ini, Sandiaga lebih pro aktif dalam menyampaikan ekonomi, lapangan pekerjaan, pengangguran, kebudayaan, pendidikan dan kesehatan.

“Kami berharap Sandiaga Uni sebagai pelaku ekonomi tentu harus memberikan kepastian yang jelas jika terpilih menjadi orang nomor dua di Tanah Air,” katanya.

Encep mengatakan, dalam debat itu tetap mengedapankan etika dan santun sehingga tidak menimbulkan kata-kata yang tidak pantas.

Disamping itu juga tidak saling mencela antarkedua cawapres itu, namun mengedapankan program atau visi dan misi.

“Kami minta debat ini berbobot dan berkualitas sehingga masyarakat luas dapat mengetahui substansi program dari kedua cawapres itu,” katanya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019